LED untuk rumah kecil

Ada dua hal yang jadi pokok perhatian saat menata pencahayaan untuk rumah mungil, alokasi daya dan biaya. Alokasi daya menjadi krusial, karena rumah-rumah mungil biasanya memiliki daya listrik yang tidak terlalu besar, maksimal mungkin 2200 watt.

Hal pertama yang perlu dilakukan, sebelum menata pencahayaan di rumah mungil adalah menghitung pembagian daya listrik, untuk seluruh peralatan rumah yang menggunakan listrik. Setelah mendapatkan alokasi daya listrik untuk lampu, barulah kita bisa memulai pembagian alokasi daya untuk lampu, di setiap ruangan. Prinsip dasarnya adalah alokasikan daya lebih besar pada ruangan-ruangan yang di dalamnya terdapat banyak aktivitas.

Pembagian alokasi daya ini nantinya akan membantu pada pemilihan jenis lampu (bohlam) yang akan ditempatkan. Lampu hemat energy (LHE) atau LED bisa jadi pilihan jika budget mencukupi

Jika memang budget mencukupi untuk penggunaan LED, tempatkan hanya di area-area yang tidak terkena sinar matahari atau area dimana lampu harus terus menyala. Dengan demikian konsumsi listrik di area-area tersebut bisa diminimalisasi. Misal ruang keluarga, teras depan

Setelah pembagian daya untuk setiap ruangan, lakukan juga pembagian kelompok (grouping) lampu. Misalnya, pada ruang makan yang menyatu dengan dapur, bisa kita kelompokkan menjadi tiga grup lampu. Pendant lamp (lampu gantung) sebagai penerangan utama, spot lighting sebagai accent light pada niche atau artwork dinding, dan penerangan untuk area kerja, yang biasanya dipasang di bawah kabinet gantung, kitchen set.

Setiap grup lampu tadi diwakili oleh satu stop kontak, dengan demikian akan lebih mudah mengaturnya. Saat seluruh keluarga berkumpul dan membutuhkan pencahayaan terang agar suasana lebih ceria, bisa menyalakan semua lampu. Pada waktu lain, mungkin menyalakan pendant lamp saja cukup, maka lampu-lampu lain bisa dimatikan. Malam hari saat akan tidur, cukup nyalakan spot light atau penerangan kitchen setsaja. Dengan demikian, konsumsi listrik bisa dikendalikan. Konsumsi listrik terkendali, biaya listrik pun lebih hemat.

Trik lain yang selalu jitu untuk mengendalikan konsumsi listrik pada pencahayaan, sekaligus mempermudah pengaturan mood ruangan adalah dimmer. Atur intensitas cahaya lampu sesuai dengan kebutuhan dan atmosfer yang ingin diciptakan.

Apakah ini hanya berlaku untuk rumah kecil? Tidak juga. Berhemat memang sebaiknya dilakukan dimana saja, bukan? Rumah besar maupun kecil.

Tagged

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: